Alhamdulillah, telah terlaksana Sharia Economic Training (SET) 2025. ASEC ini
merupakan kegiatan tahunan yang secara rutin diadakan oleh Divisi Kaderisasi. Kegiatan ini
bertujuan untuk mendidik dan membekali peserta dengan pengetahuan serta keterampilan dalam
bidang ekonomi syariah. Pada kajian kali ini mengangkat tema “Reaktualisasi Semangat
Kepempinan Kader Melalui Pengembangan Inteklektual untuk Menjadi Generasi yang
Berjiwa Ekonom Robbani”.
Tema “Reaktualisasi Semangat Kepempinan Kader Melalui Pengembangan Inteklektual
untuk Menjadi Generasi yang Berjiwa Ekonom Robbani” bertujuan untuk menghidupkan kembali
semangat kepemimpinan di kalangan kader muslim melalui pengembangan intelektual yang
mendalam. Kader di sini merujuk pada pemimpin muda atau aktivis yang memiliki potensi untuk
memimpin umat. Pengembangan intelektual meliputi peningkatan pengetahuan agama, ilmu
pengetahuan, dan keterampilan strategis, sementara jiwa ekonom robbani berarti memiliki karakter
yang rabbani (dekat dengan Allah) dalam mengelola ekonomi syariah, seperti menghindari riba
dan memprioritaskan keadilan sosial. Tujuan utama tema ini adalah membentuk generasi
pemimpin yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga spiritual dan ekonomis, mampu
menghadapi tantangan global seperti ketidakstabilan ekonomi dan degradasi moral, sambil
berkontribusi pada kemajuan umat Islam melalui kepemimpinan yang inspiratif dan berkelanjutan.
Sharia Economic Training (SET) adalah program pelatihan yang dirancang untuk
memberikan pemahaman mendalam tentang prinsip dan praktik ekonomi syariah. Pelatihan ini
bertujuan membekali peserta dengan pengetahuan seputar Ekonomi Islam Kontemporer,
Kepemimpinan, Problematika Dakwah dan Amal Jama'i, serta Arah Pergerakan KSEI. SET yang
diselenggarakan oleh KSEI Al-Fath UIN STS Jambi ditujukan khusus kepada mahasiswa kader
KSEI Al-Fath yang ingin terlibat aktif dalam pengembangan kegiatan ekonomi yang berlandaskan
nilai-nilai Islam. Lebih dari sekadar pelatihan, SET juga merupakan langkah strategis dalam
melanjutkan estafet kepemimpinan KSEI Al-Fath, dengan menyiapkan kader-kader yang siap
memegang tongkat estafet perjuangan dakwah ekonomi Islam di masa mendatang baik dalam
lingkup organisasi maupun kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Untuk mewujudkan generasi yang berjiwa ekonom robbani melalui reaktualisasi semangat
kepemimpinan kader, kita harus meneladani Rasulullah SAW dalam pengembangan intelektual
dan ekonomi. Kader diajarkan untuk mengintegrasikan ilmu agama dengan pengetahuan ekonomi
syariah, seperti memahami instrumen keuangan halal dan etika bisnis. Melalui pendidikan dan
pelatihan, mereka dibekali keterampilan kepemimpinan untuk memimpin komunitas dalam
proyek-proyek ekonomi berkelanjutan, seperti koperasi syariah atau investasi sosial. Dengan
teladan Nabi, generasi ini akan menjadi pemimpin yang tidak hanya sukses duniawi, tetapi juga
rabbani, mampu menghadapi krisis ekonomi global sambil menjaga nilai-nilai Islam, sehingga
berkontribusi pada pembangunan umat yang lebih kuat dan berkeadilan.
Kemudian dalam lingkup SET kali ini menyusun konsep Forum Group Discussion (FGD)
yaitu metode diskusi terarah yang melibatkan sekelompok kecil orang untuk membahas suatu topik
tertentu secara mendalam. Para kader KSEI dibagi menjadi tiga tim, masing-masing diberi tema
untuk didiskusikan dan dipresentasikan. Adapun tujuan dari FGD ini ialah untuk menggali
berbagai pandangan, pendapat, atau ide dari peserta serta melatih kemampuan berpikir kritis dan
komunikasi. Melalui kerja tim, peserta belajar membina hubungan baik sesama, menunjukkan
karakter kokoh dan mandiri, serta memberikan suri tauladan dalam berdiskusi yang santun dan
terbuka. FGD menjadi wadah pengembangan diri sekaligus memperkuat nilai-nilai kepemimpinan
dan kebersamaan.
Berikut berita acara yang dapat saya sampaikan. Semoga dengan adanya notulensi
ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan. Kami dari Kelompok Studi Ekonomi Islam Al-Fath
mengucapkan terima kasih kepada para pihak yang telah memberi support dan berpartisipasi
membantu mensukseskan penyelenggaraan acara ini. Kami menyadari masih banyak terdapat
kekurangan dalam penyelenggaraan kajian ini. Oleh karena itu, kami meminta saran dan kritik
yang membangun untuk membantu kami dalam meningkatkan kuliatas pada program kerja kami
selanjutnya.
KSEI Al-Fath