Pada 10 April 2026 tepat pukul 14.00 siang semua peserta telah berkumpul di Gedung Kantor
Sementara Bank Indonesia yang berlokasi di Jelutung, dengan menggunakan dresscode bebas
sopan dan terpenting memakai almamater, sepatu, serta bagi yang akhwat memakai gamis atau
rok, tidak diperbolehkan memakai celana.
Jumlah keseluruhan peserta ada 30 peserta terdiri dari pengurus dan anggota KSEI Al-Fath. Peserta
mendapatkan fasilitas berupa snack dan makan siang yang telah disediakan. Kegiatan inti dalam
Study Visit Bank Indonesia ini diisi dengan tiga sesi sosialisasi yang memberikan wawasan penting
bagi peserta. Sosialisasi pertama mengangkat tema CBP (Cinta, Bangga, Paham Rupiah) yang
disampaikan oleh Bapak Asmop Gamal. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk memahami makna
penting Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara. Pada aspek Cinta Rupiah, peserta dikenalkan
cara mengenali keaslian uang melalui metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang), serta diajarkan
pentingnya merawat uang agar tetap layak edar, seperti tidak melipat, mencoret, atau merusak
uang. Selanjutnya pada aspek Bangga Rupiah, dijelaskan bahwa Rupiah merupakan satu-satunya
alat pembayaran yang sah di Indonesia dan menjadi simbol persatuan bangsa dari Sabang sampai
Merauke. Sedangkan pada aspek Paham Rupiah, peserta diberikan pemahaman mengenai
penggunaan Rupiah dalam transaksi baik tunai maupun non-tunai, serta pentingnya berbelanja
secara bijak untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mengendalikan inflasi.
Sosialisasi kedua membahas tentang QRIS dan Perlindungan Konsumen yang disampaikan oleh
Bapak Nabil Adika Tisnawan. Dalam sesi ini, peserta diberikan edukasi mengenai pentingnya
kehati-hatian dalam bertransaksi digital. Disampaikan bahwa berbagai modus penipuan digital
sering terjadi bukan karena kurangnya kecerdasan, tetapi karena kondisi emosional seperti panik,
tergiur, atau terburu-buru. Peserta juga diperkenalkan prinsip utama yaitu “Kalau ragu, stop dulu”,
serta langkah-langkah penting seperti mengecek identitas pihak yang menghubungi, tidak
membagikan kode OTP, dan selalu menggunakan kanal resmi. Selain itu, dijelaskan juga beberapa
contoh kasus seperti penipuan berkedok customer service, beasiswa palsu, hingga QRIS palsu.
Peserta diajak untuk lebih waspada dan bijak dalam menggunakan sistem pembayaran digital.
Sosialisasi terakhir membahas mengenai Kebanksentralan yang disampaikan oleh Bapak
Muhammad Yusuf Palupi. Dalam materi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai peran
Bank Indonesia sebagai bank sentral yang bertugas menjaga stabilitas nilai Rupiah, mengendalikan
inflasi melalui kebijakan moneter, serta mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran di
Indonesia. Setelah seluruh sesi sosialisasi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang
berlangsung secara interaktif antara peserta dan pemateri. Para peserta terlihat antusias dalam
mengajukan pertanyaan terkait materi yang telah disampaikan.
Sebagai tanda terima kasih kepada pihak Bank Indonesia, KSEI Al-Fath memberikan kenangkenangan berupa sertifikat berbingkai. Setelah acara ditutup seluruh peserta melakukan kunjungan
ke perpustakaan Bank Indonesia dan melakukan sesi foto dokumentasi bersama di area
perpustakaan dan lobi Bank Indonesia. Setelah sesi dokumentasi bersama selesai seluruh peserta
dapat pulang ke rumah masing-masing
KSEI Al-Fath